PASURUAN – Pengasuh pondok pesantren Nurul Faizah 3 Ummah Dr. Hj. Zahrotun Afif S.H.I., M..Pd. menghadiri rapat Koordinasi Terbatas bersama Direktorat Pondok Pesantren Kementerian Agama RI di hotel Movenpick Surabaya 19-20 Mei 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian alih status Pondok Pesantren dari ekselon 2 naik menjadi ekselon 1 sebagai hadiah Presiden Prabowo dalam perayaan hari santri tanggal 27 Maret 2026.
Dalam memulai rumah baru di dalam Kementerian Agama RI, Direktur Pondok Pesantren Dr. H. Basnang Said, M.Ag. meningkatkan sinergi, menyelaraskan arah kebijakan, serta menyerap aspirasi langsung dari para pengasuh pondok pesantren terkait pelaksanaan program-program Direktorat Pondok Pesantren ke depan.
Di Jawa Timur, koordinasi terbatas dilakukan bersama 10 pengasuh pondok pesantren yaitu:
1. KH. Nasrul Marwazi PP Darun Najah Krebet Bululawang Malang
2. Gus Mahin, Pon Pes Nurul Huda Kedungboto Porong Sidoarjo
3. Gus Badrul Arifin, PP Mansyaul Ulum Ganjaran Gondanglegi Malang
4. Gus Imaduddin PonPes An-Nur Surabaya
5. KH. Qunawi Pompes Al Fitroh Surabaya
6. KH. Nizar Assururi Ponpes Qowiyul Ulum Surabaya
7. KH. Helmi M Noer PP Digiprener Surabaya
8. Gus Ghozi PP Tahsinul Akhlaq Surabaya
9. Ibu Nyai Dr. Hj. Zahrotun Ni'mah Afif, S.H.I., M.Pd. PP Nurul Faizah 3 Tutur Pasuruan
10. Dr. KH. Mokh Fakhruddin Siswopranoto, MPd I. MPd. MM. MSi. MBA. MBM. Ph.D. DMS.DBA. Ponpes Kalimasada Plandaan Jombang.
Kehadiran Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Faizah 3 menunjukkan komitmen Ponpes dalam mendukung sinergi program Kemenag RI agar berjalan selaras dengan nilai-nilai kepesantrenan dan kebutuhan santri di lapangan.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat kolaborasi antara Direktorat Pondok Pesantren di Jawa Timur dalam mencetak generasi santri yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing global.
Dalam acara tersebut dibahas pula issu tentang penurunan jumlah santri di pondok pesantren Indonesia berdasarkan 5 tahun terakhir. Pak Basnang menjelaskan bahwa salah satu faktor issu tersebut adalah kurang disiplinnya pesantren dalam mengupdate data santri di aplikasi EMIS pesantren. Oleh karna itu data yang masuk di Kemenag RI jauh di bawah jumlah santri sesunggunya yang ada di Indonesia. Beliau juga menghimbau kepada seluruh pesantren di Indonesia agar mulai melaporkan data semua santrinya di aplikasi EMIS Kemenag RI.
Penulis : Admin Media Nurul Faizah

























